Langsung ke konten utama

Boleh Ga Sih Cowo Pakai Pink?

Kenapa ga boleh? Kalau kamu yakin dengan “kelaki-lakian” pada dirimu, warna apapun tidak akan mempengaruhi jati dirimu.

Sumber: pexel.com

Saat ini, warna pink atau merah muda selalu dianggap warna yang feminin, girly, identik dengan perempuan dan sangat jauh dari kesan maskulin. Sehingga banyak pria yang enggan memakai barang / pakaian yang berwarna pink. Namun tau gak sih, ternyata warna pink itu dulunya merupakan warna untuk pria?

Pada akhir abad 19 dan awal abad 20, warna pink dianggap warna yang maskulin loh!

Dihimpun dari berbagai sumber, Leon Battista Alberti memperkenalkan Teori Warna (Color Theory) pada tahun 1435, warna pink sudah dideskripsikan dan disebut sebagai warna maskulin. Karena keterkaitan warna pink dengan warna merah yang menggambarkan penuh semangat, aktif, dan agresif. Pink kala itu dilihat sebagai versi muda dari merah yang dikenal sebagai warna maskulin.

Berbeda dengan zaman sekarang, kala itu warna biru justru dianggap warna feminin. Warna biru dianggap feminim karena lebih lembut dan juga diidentikan dengan Bunda Maria (Ladies Home Journal tahun 1918). Toko-toko retail pun cenderung menganjurkan orang tua untuk memakaikan warna pink untuk laki-laki dan warna biru untuk perempuan.

Lalu kapan dan bagaimana warna pink menjadi “milik” perempuan?

Tidak diketahui alasanya, pada tahun 1940-an perusahaan pakaian memutuskan untuk mengubah kategori warna, yaitu menjadi pink untuk perempuan dan biru untuk laki-laki. Sebab lainnya menurut Professor Jo B. Paoletti, perubahan signifikan terjadi sekitar tahun 1970-an dengan diawali munculnya gerakan pembebasan perempuan yang menuntut kesetaraan gender di tahun 1960-an dan memunculkan pakaian bayi uniseks.

Pada tahun 1980-an pengkategorian warna juga terjadi lagi dengan adanya tes kehamilan. Setelah calon orang tua bayi bisa mengetahui apakah mereka sedang menantikan anak laki-laki atau perempuan, sehingga bisa mempersiapkan keperluan bayi dengan warna yang sesuai.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Tulisan Mie ada huruf "E" nya?

Menurut wikipedia mi atau yang lebih sering ditulis mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Di restoran, kedai makan, atau dikemasan makanan kita lebih sering melihat tulisan Mie daripada Mi. Lalu mengapa harus ada huruf E-nya? Apakah Mie atau Mi yang merupakan bahasa baku? Sumber: pxhere.com Jika kita bermaksud menggunakan bahasa formal maka menurut KBBI, ejaan yang benar adalah Mi bukan Mie. Lalu mengapa bisa ada tambahan huruf E dibelakangnya? Bahkan merek dagang mi instan terkenal Indomie menambahkan huruf E. KBBI yang memuat kata Mi di dalamnya dibuat pada tahun 1988, sementara Indomie pertama kali muncul ditahun 1972. Penyebabnya adalah ejaan lama yang menggunakan ie, sama hal nya penulisan "oe" untuk "u" pada nama Soekarno dan Soeharto. Karena pengaruh ejaan Belanda, yang menjajah bangsa Indonesia selama 3 abad juga memberi pengaruh signifikan pada bahasa Indonesia. Cara penulisan kata-kata dalam b...

Kenapa Disebut Gula Merah padahal Warnanya Cokelat?

Gula merah atau disebut juga Gula Jawa adalah pemanis yang terbuat dari sari nira batang pohon palem atau kelapa. Gula ini biasanya berbentuk tabung atau silinder. Disebut gula jawa karena gula ini banyak diproduksi di daerah Jawa. Lalu, menapa Gula Merah dinamakan gula merah, padahal warnanya coklat? Sementara dalam bahasa Inggris bisa disebut brown sugar. Sumber: lazada.com Ada pendapat bahwa istilah gula merah sebenarnya bukan dari warna wujud gula merah itu sendiri. Akan tetapi lebih ke efek warna pada masakan atau makanan yang dibuat dengan gula merah tersebut. Tapi sebenarnya juga hasil pada masakan ga merah-merah banget yah! Meskipun dalam berbahasa ada aturannya, tapi bahasa sangat dipengaruhi oleh budaya dan kebiasaan pengguna bahasa itu sendiri. Pakem logika tidak membatasi aturan berbahasa. Sama halnya saat kita menyebut air putih padahal bening dan bawang merah padahal berwarna ungu. Tidak ada catatan sejarah resmi mengenai penamaan-penamaan ini, namun yang jelas pemberi na...

Ternyata 5 Makanan Khas Indonesia ini Warisan Kuliner Belanda!

Indonesia dikenal memiliki keberagaman kuliner. Selain dipengaruhi oleh budaya lokal, sumber daya, dan kondisi alam, keberagaman kuliner juga dipengaruhi oleh akulturasi budaya. Sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia pernah dijajah selama 350 tahun oleh Belanda. Jadi sangat memungkinkan jika kuliner yang ada di Indonesia terpengaruh juga oleh kuliner dan budaya Belanda. Dan tahukah kamu, 5 makanan yang selama ini kita ketahui "Indonesia Banget" ini ternyata hasil akulturasi dengan kuliner Belanda? 1. Cue Cubit Sumber: 123rf.com Siapa sangka, kue cubit yang masih kerabat dekat kue pukis ini juga dipengaruhi dari kuliner Belanda. Kemungkinan besar, kue ini merupakan adaptasi lokal dari poffertjes, panekuk mini yang diperkenalkan bangsa Belanda ketika menjajah Indonesia. Sebagaimana di Indonesia, di Belanda juga poffertjes juga populer sebagai jajanan pinggir jalan (street food), terutama ketika musim panas. Bahkan bahan-bahan dan cara membuatnya pun hampir sama. 2. Semur Sumb...