Langsung ke konten utama

Mengapa Perut Bunyi saat Merasa Lapar?

Kita mungkin pernah atau sering mendengar istilah "Perut Keroncongan", itu merupakan istilah perut berbunyi karena lapar. Mengapa ketika lapar perut kita mengeluarkan bunyi? Dari mana datangnya bunyi itu?

Sumber: pexel.com

Bunyi perut lapar sebenarnya berasal dari usus kecil karena usus melakukan gerakan peristaltik. Sistem pencernaan manusia sebenarnya selalu berbunyi karena usus melakukan gerakan peristaltik, yaitu gerakan meremas agar makanan terdorong.

Saat sistem melakukan gerakan peristaltik untuk mencerna makanan, ada gas yang ikut masuk selain makanan dan minuman. Gas ini lah yang  menjadi sumber bunyi perut. Saat perut kosong bunyi ini akan lebih terdengar. Berbeda dengan saat perut terisi bunyi tersebut akan teredam hingga tidak terlalu terdengar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Tulisan Mie ada huruf "E" nya?

Menurut wikipedia mi atau yang lebih sering ditulis mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Di restoran, kedai makan, atau dikemasan makanan kita lebih sering melihat tulisan Mie daripada Mi. Lalu mengapa harus ada huruf E-nya? Apakah Mie atau Mi yang merupakan bahasa baku? Sumber: pxhere.com Jika kita bermaksud menggunakan bahasa formal maka menurut KBBI, ejaan yang benar adalah Mi bukan Mie. Lalu mengapa bisa ada tambahan huruf E dibelakangnya? Bahkan merek dagang mi instan terkenal Indomie menambahkan huruf E. KBBI yang memuat kata Mi di dalamnya dibuat pada tahun 1988, sementara Indomie pertama kali muncul ditahun 1972. Penyebabnya adalah ejaan lama yang menggunakan ie, sama hal nya penulisan "oe" untuk "u" pada nama Soekarno dan Soeharto. Karena pengaruh ejaan Belanda, yang menjajah bangsa Indonesia selama 3 abad juga memberi pengaruh signifikan pada bahasa Indonesia. Cara penulisan kata-kata dalam b...

Ternyata 5 Makanan Khas Indonesia ini Warisan Kuliner Belanda!

Indonesia dikenal memiliki keberagaman kuliner. Selain dipengaruhi oleh budaya lokal, sumber daya, dan kondisi alam, keberagaman kuliner juga dipengaruhi oleh akulturasi budaya. Sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia pernah dijajah selama 350 tahun oleh Belanda. Jadi sangat memungkinkan jika kuliner yang ada di Indonesia terpengaruh juga oleh kuliner dan budaya Belanda. Dan tahukah kamu, 5 makanan yang selama ini kita ketahui "Indonesia Banget" ini ternyata hasil akulturasi dengan kuliner Belanda? 1. Cue Cubit Sumber: 123rf.com Siapa sangka, kue cubit yang masih kerabat dekat kue pukis ini juga dipengaruhi dari kuliner Belanda. Kemungkinan besar, kue ini merupakan adaptasi lokal dari poffertjes, panekuk mini yang diperkenalkan bangsa Belanda ketika menjajah Indonesia. Sebagaimana di Indonesia, di Belanda juga poffertjes juga populer sebagai jajanan pinggir jalan (street food), terutama ketika musim panas. Bahkan bahan-bahan dan cara membuatnya pun hampir sama. 2. Semur Sumb...

Jeans dan Denim Apakah Sama?

Istilah jeans dan denim merupakan istilah yang tampak serupa tapi tak sama. Saat mengatakan jeans atau denim bisa jadi kita merujuk pada 1 barang yang sama. Tetapi lebih detailnya kedua istilah ini memiliki perbedaan. Mari kita simak apa perbedaan jeans dan denim agar tidak keliru lagi dalam menggunakan istilahnya. Sumber: pixabay.com Jeans dan denim adalah sesuatu yang berbeda. Kata jeans merujuk pada suatu produk (celana) , sementara denim merupakan jenis bahan. Dapat disimpulkan bahwa jeans adalah suatu produk (celana) yang terbuat dari bahan denim. Denim sendiri terbuat dari serat kapas yang dibuat kasar dan ditenun secara diagonal dengan menggunakan tambahan bahan tertentu. Pada zaman dahulu, kain jenis ini hanya digunakan untuk keperluan pelayaran bukan untuk busana. Denim banyak digunakan pada industri pelayaran Perancis dan Republik Genoa. Sekitar tahun 1800-an di Genoa, denim mulai dicoba digunakan  sebagai bahan celana panjang. Ternyata celana itu mendapat sambutan yang b...