Langsung ke konten utama

Tahukah Kamu, Hacker tidak Selalu Ilegal?

Hacker (peretas) adalah seseorang dengan keahlian berkomputer dan mempunyai ketertarikan atau keinginantahuan yang sangat besar terhadap keamanan dan pertahanan sistem komputer. Hacker juga tentunya perlu memiliki kemampuan untuk membuat perangkat lunak atau software.

Meskipun dunia hacker sering digambarkan dengan nuansa gelap dan misterius tapi bukan berarti tindakan seorang Hacker selalu ilegal. Ada juga perusahaan yang mempekerjakan seorang hacker untuk menguji keamanan sistemnya agar dapat meningkatkan keamanannya.

Tindakan hacker tidak selalu merugikan, berbeda dengan cracker yang memang bertujuan merusak dan merugikan sistem yang dibobolnya. 


Sumber: pexel.com

Istilah cracker mungkin lebih jarang terdengar ditelinga orang awam. Tapi jika seseorang meretas atau menyusup ke sebuah sistem untuk niat yang negatif maka tindakannya lebih ke arah cracker. Untuk lebih jelasnya mari kita simak perbedaan Hacker dan Cracker:

Hacker: Menyusup untuk menemukan celah atau bug dalam sistem untuk mengetahui kelemahan baik secara legal maupun ilegal.

Cracker: Menyusup ke suatu sistem untuk mencuri data atau informasi penting yang ada dalam sistem tersebut.


Hacker: Hacker senang mempelajari hal baru dalam peretasan untuk mengasah kemampuan mereka dalam mengamankan sistem.

Cracker: Cracker cenderung bertujuan negatif dalam mempelajari hal baru untuk merusak sistem sasaran dengan menghalalkan segala cara.


Hacker: Hacker umumnya sadar dengan yang mereka lalukan. Sifat hacker yang membantu karena biasanya mereka disewa secara legal untuk menguji dan mengamankan sistem.

Cracker: Cracker umumnya bekerja untuk kepentingannya sendiri, secara sembunyi-sembuyi, dan merugikan orang lain.


Hacker: Hacker komunitasnya bersifat terbuka dan senang berbagi ilmu dengan yang lain.

Cracker: Tertutup dan tersembunyi karena bersifat ilegal dan negatif.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Tulisan Mie ada huruf "E" nya?

Menurut wikipedia mi atau yang lebih sering ditulis mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Di restoran, kedai makan, atau dikemasan makanan kita lebih sering melihat tulisan Mie daripada Mi. Lalu mengapa harus ada huruf E-nya? Apakah Mie atau Mi yang merupakan bahasa baku? Sumber: pxhere.com Jika kita bermaksud menggunakan bahasa formal maka menurut KBBI, ejaan yang benar adalah Mi bukan Mie. Lalu mengapa bisa ada tambahan huruf E dibelakangnya? Bahkan merek dagang mi instan terkenal Indomie menambahkan huruf E. KBBI yang memuat kata Mi di dalamnya dibuat pada tahun 1988, sementara Indomie pertama kali muncul ditahun 1972. Penyebabnya adalah ejaan lama yang menggunakan ie, sama hal nya penulisan "oe" untuk "u" pada nama Soekarno dan Soeharto. Karena pengaruh ejaan Belanda, yang menjajah bangsa Indonesia selama 3 abad juga memberi pengaruh signifikan pada bahasa Indonesia. Cara penulisan kata-kata dalam b...

Kenapa Disebut Gula Merah padahal Warnanya Cokelat?

Gula merah atau disebut juga Gula Jawa adalah pemanis yang terbuat dari sari nira batang pohon palem atau kelapa. Gula ini biasanya berbentuk tabung atau silinder. Disebut gula jawa karena gula ini banyak diproduksi di daerah Jawa. Lalu, menapa Gula Merah dinamakan gula merah, padahal warnanya coklat? Sementara dalam bahasa Inggris bisa disebut brown sugar. Sumber: lazada.com Ada pendapat bahwa istilah gula merah sebenarnya bukan dari warna wujud gula merah itu sendiri. Akan tetapi lebih ke efek warna pada masakan atau makanan yang dibuat dengan gula merah tersebut. Tapi sebenarnya juga hasil pada masakan ga merah-merah banget yah! Meskipun dalam berbahasa ada aturannya, tapi bahasa sangat dipengaruhi oleh budaya dan kebiasaan pengguna bahasa itu sendiri. Pakem logika tidak membatasi aturan berbahasa. Sama halnya saat kita menyebut air putih padahal bening dan bawang merah padahal berwarna ungu. Tidak ada catatan sejarah resmi mengenai penamaan-penamaan ini, namun yang jelas pemberi na...

Ternyata 5 Makanan Khas Indonesia ini Warisan Kuliner Belanda!

Indonesia dikenal memiliki keberagaman kuliner. Selain dipengaruhi oleh budaya lokal, sumber daya, dan kondisi alam, keberagaman kuliner juga dipengaruhi oleh akulturasi budaya. Sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia pernah dijajah selama 350 tahun oleh Belanda. Jadi sangat memungkinkan jika kuliner yang ada di Indonesia terpengaruh juga oleh kuliner dan budaya Belanda. Dan tahukah kamu, 5 makanan yang selama ini kita ketahui "Indonesia Banget" ini ternyata hasil akulturasi dengan kuliner Belanda? 1. Cue Cubit Sumber: 123rf.com Siapa sangka, kue cubit yang masih kerabat dekat kue pukis ini juga dipengaruhi dari kuliner Belanda. Kemungkinan besar, kue ini merupakan adaptasi lokal dari poffertjes, panekuk mini yang diperkenalkan bangsa Belanda ketika menjajah Indonesia. Sebagaimana di Indonesia, di Belanda juga poffertjes juga populer sebagai jajanan pinggir jalan (street food), terutama ketika musim panas. Bahkan bahan-bahan dan cara membuatnya pun hampir sama. 2. Semur Sumb...